Setiap hari generasi muda menerima ratusan informasi dari layar ponsel: berita, unggahan teman, video pendek, hingga pesan berantai. Di tengah derasnya arus itu, kemampuan memilah informasi menjadi bekal yang tidak kalah penting dibanding pelajaran di kelas.

Literasi digital bukan sekadar mahir memakai aplikasi. Ia mencakup kebiasaan memeriksa sumber, membandingkan beberapa kabar sebelum percaya, serta menahan diri untuk tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Sekolah, keluarga, dan media punya peran yang sama besar. Ruang diskusi yang terbuka akan membantu anak muda tumbuh menjadi pembaca yang kritis, bukan sekadar penerus pesan.

Artikel ini merupakan konten contoh (dummy) untuk keperluan pengembangan.