Voxa Indonesia,Kaltim (2/11/2026) – Sebuah momentum kebangsaan berskala nasional resmi lahir dari jantung Kalimantan Timur. H. Sayid Abdal Nanang Al Hasani terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Suku-Suku Nusantara (MSS Nusantara) dalam musyawarah akbar pembentukan organisasi tingkat nasional yang berpusat di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, November 2026.
Figur H. Sayid Abdal Nanang Al Hasani merupakan sosok pemimpin dengan rekam jejak kepemimpinan yang sangat lengkap dan dihormati di Kalimantan Timur. Pria karismatik yang dipercaya memimpin organisasi nasional ini tercatat sebagai mantan Ketua DPRD Kutai Timur Periode 1999–2004, anggota DPRD Kutai Timur Periode 2004–2009, mantan Kepala Adat Besar Kutai Timur, sekaligus seorang pengusaha sukses. Kombinasi matang antara pengalaman di dunia legislatif, ketokohan adat yang mengakar kuat, serta ketajaman dalam dunia bisnis menjadikannya figur paling ideal untuk menakhodai organisasi lintas suku berskala nasional ini.
Musyawarah akbar yang dihadiri sekitar 80 tokoh, pemuka adat, dan perwakilan lintas etnis dari berbagai daerah tersebut berlangsung khidmat di kediaman H. Sayid Abdal Nanang Al Hasani, Jalan Soekarno-Hatta, Gang Pemancar, Sangatta. Kehadiran organisasi tingkat pusat yang berkedudukan di Sangatta ini diproyeksikan menjadi miniatur kebinekaan Indonesia yang bergerak nyata tanpa memandang perbedaan agama, ras, adat istiadat, maupun latar belakang sosial.
Ditemui usai deklarasi, Presiden DPP MSS Nusantara, H. Sayid Abdal Nanang Al Hasani menegaskan bahwa keberagaman kultural Indonesia merupakan aset berharga yang harus dikapitalisasi menjadi kekuatan bangsa, bukan potensi perpecahan.
“Keberagaman suku, adat, dan budaya yang kita konsolidasikan dari pusat Sangatta ini adalah modal dasar bangsa. Perbedaan bukan lagi penghalang, melainkan motor penggerak persatuan. MSS Nusantara hadir untuk memastikan kebersamaan ini kokoh dari tingkat akar rumput hingga skala nasional,” ujar Abdal.
Di bawah komando pengusaha sukses dan mantan Kepala Adat Besar Kutai Timur ini, DPP MSS Nusantara tidak hanya akan menjadi wadah diskusi, tetapi menjelma sebagai lembaga aksi. Organisasi ini telah menyusun peta jalan (roadmap) strategis yang menyasar aspek sosial-kemanusiaan serta penguatan kapasitas publik secara masif.
“Kami sudah merancang program aksi sosial nasional terintegrasi. Fokus kami adalah mitigasi kebencanaan, bantuan sosial, hingga intervensi sektor pendidikan serta pelatihan keterampilan. Kita harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda secara matif agar mampu menjadi pemain utama, termasuk melahirkan wirausahawan baru di era transisi nasional ini,” jelasnya.
Sebagai organisasi tingkat nasional, DPP MSS Nusantara berkomitmen membangun kemitraan strategis dengan jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, parlemen, dunia usaha, hingga lembaga swadaya masyarakat. Sinergi inklusif ini dinilai krusial untuk menciptakan stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan nasional.
Lebih jauh, letak geografis DPP MSS Nusantara yang berada di kawasan penyangga strategis membuat organisasi ini mengambil posisi tegas dalam mendukung penuh akselerasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Momentum IKN dinilai sebagai simbol pemerataan keadilan sosial dan kebangkitan peradaban baru Indonesia.
Melalui spirit gotong royong yang menjadi napas pergerakan, Abdal optimistis MSS Nusantara mampu menjadi perekat elemen bangsa dalam menyongsong transformasi besar Indonesia.
“Seluruh langkah ini bermuara pada satu komitmen kebangsaan, selaras dengan kredo utama yang kami usung: Berbeda Suku, Satu Persaudaraan, Bersama Membangun Nusantara,” pungkas Abdal. (*)
Tagar :
#MSSNusantara #SayidAbdalNanang #PersatuanNasional #TokohKalimatanTimur #KutaiTimur #Sangatta #KebinekaanIndonesia #LintasSuku #IKN #VoxaIndonesia





